Badmood!

Entah gue harus ngapain! Nonjok tembok udah pada retak, nangis juga air matanya udah kering. Ya itulah apa yg gue rasain pas pacar gue lagi badmood. Gue bener-bener gabisa apa-apa. Minta maaf juga udah, tapi dia tetep badmood. Sumpah kesel! Tapi gue pesen sama semuanya, jangan tunjukin emosi lo ketika pacar lo lagi badmood. Abisin aja tuh tembok sampe rumah ancur sekalipun, atau kalau perlu ganti mata lo pake sharingan biar abadi tuh air mata.

Gue kesel, tapi gue sayang sama pacar gue. Alhasil salah satu cara yg gue lakuin adalah DIEM! Serius, mending diem, gausah diganggu tuh pacar kalo lagi badmood, kesalahan gue adalah gue terus ngungkit dengan meminta maaf dengan beribu-ribu maaf. Gue emang orangnya bakalan ga enak hati kalo gue udah nyakitin seseorang, bisa sampe nangis. Apalagi klo gue punya salah sama keluarga, asli nangisnya gabisa berenti.

Gue bisa tau ko kalo pacar gue tiba-tiba badmood, tapi gue salahnya adalah ngomongnya di akhir perbincangan kita yg alhasil dia tambah badmood dan gue juga ikutan badmood. Tapi please! Kalo lo badmood jangan tunjukin kalo lo badmood ke pacar lo yg lagi badmood, World War 3! Lu pura-pura ga ada salah aja, ya meskipun hati nyesek, abaikan toh rasa sesak dihati itu bakal ilang ketika pacar lo udah bisa senyum lagi.

SHOW YOUR LOVE THAN YOUR EGO!

Asli, kalahin ego lu, tunjukin kalo masalah sepele bukan sebuah alasan untuk mengakhiri hubungan. Jangan sampai ego yg  ngalahin lo! Lo sendiri yg bakal nyesel. Jujur gue nulis ini di blog karena gue lagi kesel sama pacar gue, doi lagi badmood dan gue juga ikutan badmood dan besok UAS! Gila kan! Konsentrasi gue ancur seketika. Gue nulis di blog juga ga bakal ada yg baca, apalagi pacar gue. Kalopun nanti pacar gue baca ini, gue mau bilang kalo gue sayang sama pacar gue, daripada gue bentak-bentakin ga jelas karena ga bisa ngontrol emosi, mending gue jadiin bahan tulisan haha. Asli seketika emosi gue luntur pas nulis ini, makasih blog!

Akhir kata, selamat malam! Loveyou Alfi!

Sertifikasi Akuntansi

  1. Apakah sertifikasi Akuntansi mempengaruhi gaji? Jelas, tapi seberapa besar? Sebuah laporan hasil survei gaji yang baru saja dipublikasikan oleh Institut Akuntan Manajemen (IMA) di Amerika Serikat sana menunjukan bahwa: mereka yang berstatus Akuntan Publik Bersertifikat (Certified Public Accountant)—CPA dan Akuntan Manajemen Bersertifikat (Certified Management Accounting)—CMA, memperoleh gaji yang lebih besar dibandingkan mereka yang tidak bersertifikat.

    Survey Gaji Tahunan IMA mengeksplorasi tren gaji pegawai Akuntansi serta profesional Keuangan, dan mengungkapkan bahwa industri tertentu menyediakan kompensasi lebih tinggi dibandingkan yang laain. Akuntan publik menduduki peringkat pertama dalam hal gaji rata-rata, dengan besaran di angka $ 125.488/tahun dengan gaji rata-rata total, di angka $ 153.395, baik pada tahun 2010 dan 2009. Survei dikirimkan kepada responden Desember lalu, dan hasilnya baru saja dirilis bulan ini.

    Sertifikasi sangat penting untuk banyak akuntan karena berbagai alasan. IMA menunjukkan, 72% responden memiliki sertifikasi profesional tertentu, dan rata-rata gaji mereka adalah $ 114.980, naik $ 1.300 dari tahun lalu $ 113.680. Sementara itu, ada 28% responden yang tanpa sertifikasi, masing-masing melaporkan gaji rata-rata $ 95.823/per tahun—sebuah perbedaan yang cuku signifikan secara statistik, yaitu $ 17.000/tahun.

    Perbedaan yang sama terjadi dengan gaji total rata-rata: Gaji total rata-rata bagi mereka dengan sertifikasi $ 135.695, atau $ 27.000 lebih besar dibandingkan mereka yang tanpa sertifikasi yang hanya $ 108.938/tahun.

    Berikut ini adalah tabel (buatan IMA) perbandingan antara mereka yang bersertifikat CPA, CMA dan yang tanpa sertifikasi, diklasifikasikan berdasarkan usia dan perolehan gajinya per orang per tahun:

    Gaji individu yang memegang beberapa bentuk sertifikasi-CMA (Certified Management Accountant), CPA (Certified Public Accountant), atau keduanya—memperoleh gaji lebih besar dibandingkan mereka yang tidak.
    Semua perbedaan gaji rata-rata antara sertifikasi dan sertifikasi tidak secara statistik signifikan, tetapi perbedaan gaji rata-rata jenis sertifikasi tidak konklusif karena ada sejumlah besar sertifikasi ganda (misalnya, CMA/CPA dan CMA / CFM). Sumber: IMA 2010 Annual Salary Survey.

Kenapa Harus Akuntansi?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Setelah sebelumnya saya sudah menjabarkan pengalaman saya di Widyatama, sekarang saya akan memberikan sebuah alasan kenapa saya memilih jurusan Akuntansi daripada jurusan lain di Widyatama.

  1. Saudara
    Saudara saya adalah lulusan dari Widyatama. Ada dua, yg satu adalah lulusan Akuntansi, dan yg satunya lagi adalah lulusan dari Manajemen. Keduanya sekarang alhamdulillah sudah bekerja. Saudara saya yg lulusan dari manajemen bilang kepada saya “Kuliah mah santai, saya juga banyak mainnya daripada belajarnya!” dan saudara saya yg lulusan dari Akuntansi bilang pada saya “Mending ke Akuntansi daripada Manajemen, kualitasnya lebih bagus.” Disitu saya bingung pilih yg mana dan akhirnya saudara manajemen saya bilang kepada saya, pilih saja Akuntansi, Manajemen terlalu banyak hitungan. Entah itu benar atau salah, akhirnya saya memutuskan Akuntansi.
  2. Akreditas
    Dulu saya tau bahwa Akreditas Akuntansi UTama adalah A, dan Akreditas Manajemennya adalah B. Itulah mengapa saya memilih Akuntansi. Namun ketika saya PPU saya baru tau bahwa Akuntansi UTama masih B, disitu kadang saya merasa tertipu hahaha, tapi alhamdulillah sekarang Akuntansinya sudah menjadi A.
  3. Sesuai dengan Hati
    Setelah shalat malam dan berikhtiar kepada Allah SWT, mendengarkan beberapa petunjuk baik dari keluarga, alumni, dan saudara-saudara saya akhirnya saya memutuskan untuk memilih Akuntansi.

Sebenarnya ketika SNMPTN dan SBMPTN saya mengambil Statistika, tapi entah kenapa saya tidak tertarik untuk masuk Swasta yg menawarkan jurusan statistik dan saya malah memilih akuntansi. Dan alhamdulillah di Akuntansi juga ada Statistiknya, cukup menutupi lubang hati saya ketika saya tidak masuk PTN haha.

Assalamualaikum Wr. Wb.

Ini adalah post pertama saya di blog ini. Meskipun ini bersifat tugas, tapi saya bersemangat sekali untuk menulis bagian ini. Pengalaman saya, mau suka ataupun duka saya selama belajar di Universitas Widyatama.

Mungkin sebelum masuk ke pengalaman belajar, saya akan menceritakan terlebih dahulu mulai dari momen pertama saya mendapatkan teman baru di Widyatama. Yakni ketika Incoming Test. Sebuah tes Bahasa Inggris untuk menentukan nilai TOEFL seseorang yang akan berkuliah di Widyatama. Di hari pelaksanaan IT, saya duduk sendirian. Sebenarnya tidak murni sendirian, karena saya belum mengenal satu sama lain. Namun, disamping saya ada seorang lelaki. Mungkin dia juga sama akan mengikuti IC sama seperti saya. Ketika saya hendak bertanya padanya, ia yg bertanya duluan pada saya XD. Alhasil kita ternyata satu ruangan dan tes pun dimulai. Aku dan dia berbeda kelompok ketika tes. Namun, saya baru ingat ketika saya mengerjakan tes, saya belum berkenalan dengannya XD. Alhasil ketika Incoming Test selesai, saya langsung mendatangi lelaki tadi dan akhirnya berkenalan dengannya, nama dia adalah Gilbert dan sekarang dia dipanggil Gibe. Ada yang kenal? :D

Momen kedua adalah ketika PPU (Program Pengenalan Universitas), disini saya mendapatkan teman-teman baru. Saya masuk kelompok 32, kelompok yg solid dan supacool!!! Dihari pertama PPU pun saya tidak merasa canggung dengan kelompok ini, bahkan semua lelaki di kelompok itu benar-benar menunjukan kekompakan yg amat luar biasa. Jalan bareng, makan bareng, tapi naas ketika dihukum, tidak semuanya ikut hukuman haha XD Ini dia kelompok 32 yg saya banggakan, meskipun ini hanya beberapa saja, karena ada kesibukan masing-masing ketika kita melakukan foto bersama.

Setelah melewati PPU, akhirnya saya dan yg lain memulai pembelajaran. Semua teman saya yg ada di Kelompok 32 dipecah karena kita berbeda jurusan dan dari akademik sendiri sudah ditetapkannya seperti itu. Saya masuk jurusan Akuntansi, alasan saya masuk kesana akan saya jelaskan di post berikutnya. Lanjut saja ke benang merah, saya ditempatkan di Kelas F. Saya masuk ruangan C121, suasananya sangat hening dan mencekam, tidak ada lelaki disana. Namun akhirnya datang seorang lelaki, kita duduk berdampingan dan berkenalan. Ia memperkenalkan nama dan nama dia adalah Boi, simple banget namanya (padahal nama dia ga sesimple itu aslinya, pas kenalan namanya Boi, aslinya Boing) XD Oiya saya juga belum kenalan ya, nama saya Lekka Audisy Ramadhana, sebut saja Kehed Lekka. Akhirnya suasana kelas tidak mencekam lagi karena ada sekitar 7 orang lelaki disana dan saya tidak kesepian lagi. Nah, di siang harinya adalah Mata Kuliah Pengantar Akuntansi I, disana kita berkenalan lagi namun langsung dibagi kelompok untuk tugas. Selain pembagian tugas, kita juga mencari Ketua Kelas serta Staff yg lain. Namun tidak ada yg berani dan akhirnya saya yg mengajukan diri untuk menjadi ketua kelas, berat memang namun itu adalah sebuah tantangan. Saya tidak akan panjang lebar tentang kinerja saya di kelas seperti apa, saya hanya akan bercerita suka dan duka ketika di semester satu ini. Dukanya dulu, ya mungkin ini sedikit curhat tapi tak apalah namanya juga pengalaman XD Saat semester satu, saya menyukai salah seorang wanita di Kelas F (Cinlok lur! :v) inisialnya Alfi :v. Saya suka sama orang kenapa menjadi duka saya? Ya karena wanita yg saya suka sudah memiliki pacar bung! Sakit! :’) Meskipun seperti itu, saya tidak patah semangat belajar di Widyatama dan mendapatkan dia #heh. Nah sekarang lanjut ke sukanya :D sekitar bulan November, saya mendapatkan kabar bahwa wanita yg saya suka putus dengan pacarnya. Yes! Itulah yg ada dalam hati saya :v Yah mungkin sudah takdirnya, akhirnya saya dan dirinya akhirnya jadian #CIE dan alhamdulillah lanjut sampai detik ini saya menulis postingan ini. Selama semester satu, semuanya berjalan baik dan alhamdulillah IP saya memuaskan kedua orang tua saya. Meskipun kecewa berat di nilai akhir PA, sakit banget pokonya, saya tidak bisa menulisnya disini karena terlalu sulit untuk diungkapkan. Dan ini adalah penampakan Kelas F yg benar-benar saya cintai. Saya sangat senang bisa menjadi kelas F, dan saya tidak merasa terbebani meskipun saya menjadi ketua, malah saya menikmatinya. Kalian luar biasa!

Namun, kebersamaan Kelas F Semester 1 harus terpecah ketika setengah dari jumlah mahasiswa Kelas F masuk ke Kelas E. Lalu yg setengahnya tetap Kelas F, ditambah setengah dari Kelas G. Sedih? Yaiyalah, apalagi skuad lelaki di kelas harus berkurang dua. Namun kesedihan itu sirna karena The New F Generation #LebayWoy! juga sama kerennya dengan kelas F yg dulu. Mati satu tumbuh seribu, mungkin pepatah itu sesuai dengan kondisi kelas F yg sekarang. Saya sendiri masih di kelas F, namun Reihan dan Rizky harus pindah ke kelas E. Namun saya memiliki teman baru dari Kelas G, mereka adalah Irfan, Agil, Surya, Willy dan Hadiyan. Bertambah banyak bukan? Disini saya tidak akan membeberkan kebersamaan para lelaki kelas F. Saya hanya akan sedikit berkomentar dengan dualisme di kubu wanita Kelas F yg sekarang. Jelas sekali, Kelas F yg dulu dan Kelas F yg sekarang. Anak cewe dari Kelas G dulu tidak menyatu dengan anak cewe Kelas F yg sekarang, bahkan sampai mau UAS pun, tempat duduk mereka seakan dibatasi oleh kawat berduri. Yah jadi kaya Kami F, kalian G. Benar-benar terpisah meskipun kadang ada yg nyatu beberapa, itu juga “mungkin: karena tidak memiliki tempat duduk #SuudzonWoy! Disitu saya kadang merasa sedih :’( Saya tidak bisa menyatukan mereka sebagaimana saya menyatukan Kelas F dahulu kala. Tapi saya percaya, tali pertemanan kita tidak dibatasi oleh F maupun G di masa lalu. Kita kelas F bung! Jangan bawa nama kelas kita yg dulu. Dulu ya dulu, sekarang ya sekaranh, hapus ego kita karena kita adalah keluarga!

Mungkin itu saja yg dapat saya tulis disini, mohon maaf bila ada salah kata. Karena manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Jika ada yg tidak terima ataupun tersinggung dengan tulisan saya diatas, kalian bisa komentar postingan ini. Kritik dan Saran yg membangun akan saya terima dengan lapang dada.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Selamat Menulis

Selamat Datang di Dunia Blog, dan selamat menulis…

Pengelola blog kembali mengingatkan akan peraturan pemakaian Blog Universitas Widyatama Bandung adalah sebagai berikut :

  1. Blog ini merupakan milik Universitas Widyatama termasuk didalamnya seluruh sub domain yang digunakan sehingga apa yang terdapat didalam blog ini secara umum akan mengikuti aturan dan kode etik yang ada di Universitas Widyatama Bandung.
  2. Blog ini dibuat dengan menggunakan aplikasi pihak ke tiga (WordPress), dan lisensi plugin plugin didalamnya terikat terhadap developer pembuat plugin tersebut.
  3. Blog ini dapat digunakan oleh Karyawan, Dosen dan Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung.
  4. Dilarang melakukan registrasi username atau site/subdomain blog dengan menggunakan kata yang tidak pantas.
  5. Dilarang memasukkan konten dengan unsur SARA, pornografi, pelecehan terhadap seseorang ataupun sebuah institusi.
  6. Dilarang menggunakan blog ini untuk melakukan transaksi elektronik dan pemasangan iklan.
  7. Usahakan sebisa mungkin untuk melakukan embed video atau gambar di bandingkan dengan melakukan upload secara langsung pada server.
  8. Pelanggaran yang dilakukan akan dikenakan sanksi penutupan blog dan atau sanksi yang berlaku pada aturan Universitas Widyatama sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan.
  9. Administrator berhak melakukan pembekuan account tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika dianggap ada hal hal yang melanggar peraturan.
  10. Aturan yang ada dapat berubah sewaktu waktu.

Beberapa Link terkait Universitas Widyatama

  1. Fakultas Ekonomi - http://ekonomi.widyatama.ac.id
  2. Fakultas Bisnis & Manajemen – http://manajemen.widyatama.ac.id
  3. Fakultas Teknik – http://teknik.widyatama.ac.id
  4. Fakultas Desain Komunikasi Visual – http://dkv.widyatama.ac.id
  5. Fakultas Bahasa – http://bahasa.widyatama.ac.id

Layanan Digital Universitas Widyatama

  1. Biro Akademik – http://akademik.widyatama.ac.id
  2. Rooster Kuliah – http://rooster.widyatama.ac.id
  3. Portal Mahasiswa – http://mhs.widyatama.ac.id
  4. Portal Dosen – http://dosen.widyatama.ac.id
  5. Digital Library – http://dlib.widyatama.ac.id
  6. eLearning Portal – http://learn.widyatama.ac.id
  7. Dspace Repository – http://repository.widyatama.ac.id
  8. Blog Civitas UTama – http://blog.widyatama.ac.id
  9. Email – http://email.widyatama.ac.id
  10. Penerimaan Mahasiswa Baru – http://pmb.widyatama.ac.id/online

Partner UTama

  1. Putra International College – http://www.iputra.edu.my
  2. Troy University – http://www.troy.edu
  3. Aix Marsielle Universite – http://www.univ-amu.fr
  4. IAU – http://www.iau-aiu.net/content/institutions#Indonesia
  5. TUV – http://www.certipedia.com/quality_marks/9105018530?locale=en
  6. Microsoft – https://mspartner.microsoft.com/en/id/Pages/index.aspx
  7. Cisco – http://www.cisco.com/web/ID/index.html
  8. SAP – http://www.sap.com/asia/index.epx
  9. SEAAIR – http://www.seaair.au.edu

Academic Research Publication

  1. Microsoft Academic  -  http://academic.research.microsoft.com/Organization/19057/universitas-widyatama?query=universitas%20widyatama
  2. Google Scholar – http://scholar.google.com/scholar?hl=en&q=Universitas+Widyatama&btnG=

Info Web Rangking

  1. Webometric – http://www.webometrics.info/en/detalles/widyatama.ac.id
  2. 4ICU – http://www.4icu.org/reviews/10219.html